Program Rona

" Sesuai Tahap Perkembangan Anak "

Rona Montessori mempunyai 2 program kelas reguler, kelas Full Day untuk Mixed Age Usia 2,5 -,6,5 serta Toddler class dan program Visit serta Rona Lab. Dalam program, kami menerapkan prinsip dari filosofi Montessori dengan konsep individual learning serta Pengelompokan kelas penggabungan usia bertujuan  agar anak yang lebih muda dapat belajar dan berinteraksi dengan anak yang usia di atasnya, sedangkan anak yang lebih tua dapat berperan menjadi inspirasi Role Model dalam mengembangkan kemampuannya menjadi Leadership serta mengajarkan pengetahuannya kepada anak yang berada di bawahnya dan juga memunculkan emphatinya.

Untuk Kelas Fullday, kami menyediakan Daycare sampai sore dimana aktivitas tersebut dipenuhi untuk mengembangkan aktivitas anak secara mandiri dalam care of self dan care of environtment. Untuk kelas Visit dan FunCourse adalah kelas dimana dalam bentuk pendampingan dengan menggunakan filosofi Montessori. 

Program Kami

IMG-20250814-WA0063 (1)

Mixed Age

Program kelas utama bagi anak usia 1,5–6,5 tahun dengan pendekatan pembelajaran berbasis penggabungan usia

20251202_050340774_iOS

Full Day

Program Daycare untuk anak usia 2–7 tahun dengan kegiatan lanjutan dari kelas reguler menuju fullday class yang mendukung kemandirian anak melalui pendekatan Montessori

Rona Lab

Program usia 4,5–8 tahun berbasis Montessori untuk mendukung kesiapan SD awal, kemandirian, dan kemampuan literasi numerasi

Kegiatan di Rona

– Belajar Melalui Pengalaman, Bertumbuh dengan Kegembiraan –

Field Trip

Market Day

Manasik Haji

Family Gathering

Bakti Sosial

Pentas Seni

Kurikulum Rona Montessori

Pembelajaran Montessori yang berpusat pada anak, dipadukan dengan pembiasaan Islami. Mengasah kemandirian, logika, rasa ingin tahu alami sejak dini, dan karakter mulia melalui eksplorasi alat peraga konkret

Practical Life

Area EPL untuk mengembangkan kemandirian, koordinasi, dan keterampilan hidup anak melalui aktivitas sehari-hari berbasis Montessori

Sensorial

Area Sensorial untuk menstimulasi panca indera, konsentrasi, dan kemampuan berpikir anak melalui eksplorasi

Bahasa

Area Bahasa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kosakata, membaca, dan menulis anak melalui aktivitas Montessori yang bertahap

Budaya

Area Budaya untuk memperkenalkan anak pada lingkungan, alam, sains, dan keberagaman dunia melalui kegiatan eksplorasi

Matematika

Area Matematika untuk membangun pemahaman konsep angka, logika, dan pemecahan masalah melalui pengalaman konkret Montessori

Agama

Area Agama Islam untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, adab, dan karakter positif melalui pembelajaran yang sesuai tahap perkembangan anak

Apa yang menjadi filosofi Rona Montessori?

Rona Montessori menerapkan Filosofi Montessori secara utuh. Nama "Rona" berasal dari konsep Pendidikan Kosmik Montessori yang menggambarkan matahari sebagai pusat kehidupan di bumi. Filosofi ini melambangkan harapan agar setiap anak tumbuh dengan semangat yang memberi warna dan makna dalam setiap langkah kehidupannya

Rona Montessori merupakan sekolah berbasis Montessori dengan nilai-nilai Islami yang berlokasi di Yogyakarta. Sekolah ini didirikan atas kepedulian founder terhadap pendidikan anak usia dini dan pengasuhan yang mengutamakan pembentukan fitrah keimanan sejak dini

Rona Montessori memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk menjadi teladan, pemimpin, dan sumber inspirasi dalam lingkungan kelas mixed-age. Melalui Pendidikan Kosmik, anak diajak memahami hubungan antara penciptaan alam semesta, pengetahuan, serta tanggung jawab untuk menjaga dunia.

Rona Montessori menerapkan pembelajaran yang berpusat pada anak melalui pendekatan Individual Learning dan prinsip Follow the Child. Setiap anak belajar sesuai minat, kemampuan, serta tahap perkembangannya sehingga potensi dan karakter dapat berkembang secara optimal.

Rona Montessori memberikan kebebasan bergerak (Freedom of Movement) serta menanamkan sikap saling menghormati (Respect to Others) dalam setiap aktivitas belajar. Pendekatan ini membantu anak membangun motivasi intrinsik, disiplin diri, serta kemandirian sesuai prinsip Montessori, Help Me to Do It Myself